MITRA,CSN- Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli menjadi pembina dalam kegiatan apel Korpri, dillingkup jajaran Pemkab Mitra, Kamis,18/07. Dalam arahannya, Kandoli kembali mengingatkan kepada seluruh anggota Korpri di Mitra, agar selalu meningkatkan disiplin selaku aparatur negara.
Sama dengan Bupati, pandangan Wabup terhadap kinerja aparatur pemkab Mitra, dinilainya sudah bagus dan sudah menunjukkan hasil, meskipun itu masih ada saja oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Padahal menurutnya, hal terkait disiplin ini sering diingatkan bagi jajarannya.
“Dalam kurun waktu hampir 9 bulan kepemimpinan Bupati dan saya selaku Wabup, telah terlihat perubahan signifikan mengenai disiplin aparatur, walaupun masih ada saja oknum-oknum aparatur yang belum sadar akan disiplin dan sering terlambat,” terangnya.
Hal itu, diakui Wabup dibuktikan beberapa waktu lalu ketika dirinya melakukan sidak. Dan didapati beberapa SKPD masih ada PNS yang tidak berada di kantor saat jam kerja. ” jadi saya dapati seperti itu, nanti disaat pulang baru datang kekantor dan langsung melakukan finger print, saya mintakan agar mental2 seperti itu segera dirubah, karena hal itu merupakan bagian dari korupsi yakni korupsi waktu,” tegasnya.
Untuk itu Wabub meminta semua jajarannya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan penuh disiplin. Dan ini semua dilakukan untuk kebaikan dan kemajuan Minahasa Tenggara.
Tak hanya masalah disiplin saja, Wabup juga menyentil soal aset.
Perlu diketahui, kata Wabup, bahwa saat ini , sementara pemeriksaan BPK dan kedatangan mereka ini kurang lebih tiga minggu. “Terkait pemeriksaan aset, perlu saya ingatkan kepada saudara-saudara, bahwa program pemerintah kabupaten Mitra salah satunya keluar dari opini disklaimer, dan masalah aset merupakan hal yang krusial,” jelasnya.
Terkait aset yang sudah ditelusuri, Wabup mengucap syukur lantaran dalam jangka waktu 3 bulan, telah berhasil merekap aset-aset yang ada di Kabupaten Mitra, walaupun, disadari masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi.
Dan sekarang kita sedang melaksanakan cek fisik dilapangan, untuk pemeriksaan kendaraan roda dua dan roda empat. Khusus kendaraan roda dua, disebutkan Kandoli dari 400-an tinggal sekitar 9 unit yang belum dibawa dalam pemeriksaan dengan alasan sudah hilang.
“Oleh karena itu saya mintakan untuk segera dilaporkan ke pihak berwajib karena kalau kita tidak selesaikan sampai kapanpun Kabupaten Mitra tetap disclaimer, begitupun soal aset yang sampai saat ini masih dikuasai oleh para pejabat maupun mantan pejabat, dimintakan agar bersikap proaktif agar masalah aset segera terselesaikan, yang hilang harus dicari karena itu merupakan barang milik daerah,” ujarnya.(Jay)

























