Walikota Lomban Berang, Tangkap Provokator SARA di Bitung!

Walikota Bitung Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri saat bersama menunjukan toleransi umat beragama di Bitung.
Walikota Bitung Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri saat bersama menunjukan toleransi umat beragama di Bitung.
Bitung – Walikota Bitung, Max J Lomban langsung merespon adanya oknum provokator yang akan memecahbelah kerukunan umat beragama di Bitung.

Pasalnya, lewat berita media online dan blog, beredar beberapa berita yang menyatakan bahwa Laskar Kristen di Bitung terus meneror umat Islam bahkan menuduh Pemerintah Kota Bitung melakukan diskriminatif atas larangan umat Islam laksanakan sholat.

“Ini fitnah dan tidak benar sebab Pemerintah selalu netral dan tak akan membiarkan masyarakatnya hancur dengan tindakan oknum-oknum yang tak bertanggungjawab merusak kerukunan dan toleransi umat beragama,” kata Lomban.

Lanjutnya, berharap bagi masyarakat Kota Bitung agar jangan terpancing atas dasar isu provokasi tersebut, mari kita junjung terus persatuan dan tingkatkan kebersamaan serta jauhkan perbedaan guna menuju kedamaian sebagai prinsip dalam mengutamakan kemajuan pembangunan Sulut bahkan Kota Bitung.

Lomban optimis dan yakin bahwa masyarakat Kota Bitung bahkan Sulut sudah dewasa dalam berfikir positif dan tidak dapat diprovokasi, sebab daerah ini selalu menjaga kualitas kerukunan dimana warga Sulut cinta perdamaian.

“Kita selalu diberkati Tuhan dan terbungkus dalam selogan Torang Samua Basudara yang tak pandang perbedaaan. Sehingga sampai sekarang Sulut dan Kota Bitung tetap aman dan damai masyatakatnya,” ujarnya.

Seperti diketahui beberapa hari lalu menyebar di sosial media tulisan dari blog gerhana85.com yang setelah ditelusuri merupakan pemberitaan dari media online republika.co.id yang dimuat kembali oleh blogger dengan nama domain gerhana85.com itu. Atas pemberitaan provokator dan mengumbar kebencian dan pemecah kerukunan beragama berbau SARA yang tak bertanggungjawab, maka Pemkot Bitung melalui Kabag Humas, Erwin Kontu akan menyeret sumber berita, blogger, pemimpin redaksi dan wartawan media online republika.co.id dengan UU ITE. (ferry bolung)

Tinggalkan Balasan