Festival Pesona Selat Lembeh Tanpa Dihadiri Menteri dan Gubernur Sulut

Pembukaan FPSL tahun 2016.
Pembukaan FPSL tahun 2016.
Bitung – Iven Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) dibuka oleh Asisten Deputi bidang Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata RI, Putu Ngurah di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, (6/10/2016).

FPSL dihadiri oleh FKPD kota Bitung, pimpinan dan beberapa anggota DPRD kota Bitung, para pejabat dan staf di jajaran pemerinta kota Bitung, Pala, RT bersama masyaraka kota Bitung.

Pembukaan Festival Pesona Selat Lembeh ini diawali aksi ritual adat Minahasa kemudian parade kapal-kapal ikan.

Wakil Walikota Maurits Mantiri dalam laporan kedatangan seluruh wisatawan asing, wisatawan nusantara dan masyarakat Sulut dalam mensukseskan kegiatan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL).

Ia menyampaikan sekitar 200 wisatawan China atau sekarang disebut Tiongkok yang berada di lokasi FSPL ini bersama turis dari Eropa, dan Amerika.

“Sementara untuk biaya kegiatan FPSL ini ditanggung APBD Kota Bitung 2016 dan semua pendatang dianjurkan menikmati pesona kuliner yang tersedia di lokasi pelabuhan perikanan,” jelasnya.

Walikota Bitung, Max J Lomban berharap iven ini dapat menanggulangi kelesuhan dunia perikanan Indonesia terlebih khusus di kota Bitung.

“Perlu diketahui pada penutupan acara FPSL tanggal 10 Oktober 2016 malam akan di laksanakan pesta kembang api dan pesta rakyat,” kata Lomban.

Tapi sangat disayangkan, pantauan Cybersulutnews pembukaan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) ini tidak dihadiri menteri pariwisata RI, Arif Yahya, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya hanya mengutus Asisten Deputi bidang pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata RI, Putu Ngurah dalam pembukaan Festival pesona Selat Lembeh (FPSL).

Selain kementerian pariwisata yang hanya mengirimkan perwakilan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey juga hanya mengutus Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Happy Korah.(ferry bolung)

Tinggalkan Balasan