
Manado – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado kembali menggugurkan pasangan Jimmy Rimba Rogi dan Bobby Daud untuk maju bertarung memperebutkan kursi Walikota dan Wakil Walikota Manado.
Hal itu pun membuat pendukung pasangan calon menjadi geram dengan keputusan KPU Manado yang dinilai tidak bijak. Pasalnya, TMS alias Tidak Memenuhi Syarat Imba-Bobby telah dua kali diambil KPU Kota Manado.
“Mereka meloloskan dan menTMS kembali. Mereka anggap ini sebagai permainan. Ini sudah kedua kalinya. Kami menganggap KPU Manado tidak becus. Semua kebijakan yang diambil tidak jelas,” terang salah satu pendukung Imba-Bobby di Jalan Sam Ratulangi, Kamis (26/11/2015) siang.
Salah satu bentuk penolakan, ratusan masa pendukung pasangan Imba-Bobby pun menggelar demo. Dalam demo tersebut, ratusan masa yang terbagi dalam dua kelompok sempat membakar ban mobil di Jalan Sam Ratulangi tepatnya depan Gereja Paulus serta di Jalan Zero Point Manado.
Aksi para pendukung yang menolak keputusan dari KPU Manado yang dinilai tidak jelas itu pun sempat menjadi perhatian dari masyarakat yang melintas di Jalan Sam Ratulangi dan Zero Point Manado.
Tak hanya menjadi perhatian. Aksi para pendemo juga sempat mejadikan Pusat Kota Manado menjadi macet.
Aksi nekat para pendukung yang diusung Partai Golkar dan PAN itu pun kemudian dibubarkan oleh anggota Manguni Polda Sulut dan Tim Paniki Polresta Manado. Ban yang dibakar para pendemo langsung dimatikan anggota Tim Manguni dan Paniki.
Usai menggelar aksi bakar ban di Jalan Sam Ratulangi dan Zero Point, ratusan pendemo yang dibubarkan Tim Manguni dan Paniki kemudian menduduki Kantor KPU Manado yang terletak dibilangan Mapanget.
Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, Kota Manado sempat menjadi tegang. Ratusan personil TNI Polri nampak berjaga-jaga di Kantor KPU Sulut, Bawaslu Sulut, Panwaslu Manado dan KPU Manado dengan senjata lengkap. Beberapa personil juga nampak berjaga di rumah anggota KPU Manado.
Sedang Tim Barracuda Polda Sulut, melakukan patroli disejumlah titik-titik rawan. Dengan sasaran mengamankan para pendemo yang anarkis. (jenglen manolong)


























