Orang Tua Silvia dan Brian Beri Ciuman Terakhir

Minahasa – Duka mendalam nampak terasa di rumah duka almahumah dan almarhum Silvia (25) dan Brian Kaawoan (20), dalam keluarga Kaawoan-Kumontoy, di Desa Tampusu Jaga II Kecamatan Remboken, Senin (26/10) sore.

Saat ibadah pemakaman usai, keluarga diberi kesempatan untuk memberikan ungkapan kasih yang terakhir bagi kedua almarhumah dan almarhum.

Jalannya ungkapan kasih ini riuh oleh teriakan tangisan dari keluarga, kerabat, sahabat dan handai taulan.

Kedua orang tua korban, Weibi Kaawoan (ayah) dan
Syane Kumontoy (ibu), yang diberi kesempatan pertama, saat memberikan ciuman dan setangkai bunga tanda kasih dalam ungkapan kasih yang terakhir ini, tampak tak dapat menahan air mata karena duka.

Dengan isak tangis, sang ayah bahkan berkali-kali memberikan ciumannya kepada kedua anaknya dan seolah tak rela melepas kedua anaknya pergi. Bahakan pula, ibu korban tampak berkali-kali pingsan melihat kedua anaknya yang terbujur kaku untuk terakhir kalinya.

Suasana rumah duka tampak penuh dengan tangisan baik dari keluarga maupun kerabat dan handai taulan dari korban.

Secara bergantian, puji-pujian penghiburan kemudian dilantunkan untuk memberikan penghiburan terhadap keluarga yang ditinggalkan yang nampak masih tak percaya dengan kenyataan yang dihadapi saat ini.

Silvia dan Brian sendiri merupakan dua dari 12 korban tragedi kebakaran di Karouke Keluarga Inul Vizta Manado, Minggu (25/10) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan