
Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, selang Tahun 2014 menargetkan, produksi gabah kering giling mencapai 85.525 Ton.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Minahasa, Ivan SJ Sarundajang, saat menyampaikan laporan hasil pertanian di Minahasa, dalam acara Panen Raya Padi Sawah di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan, Kamis (26/06), yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS).
“Tahun 2014 ini. Pemkab Minahasa telah menetapkan produksi padi sebesar 85.525 ton gabah kering giling, terdiri dari 78.546 ton padi sawah dan 6.980 ton padi ladang. Untuk pencapaian target tersebut, Minahasa didukung dengan alokasi dana APBN, sekitar Rp 6,3 Miliar melalui akun belanja bantuan sosial,” terang Ivansa.
Menurutnya, pengembangan komoditi padi di Minahasa selang tiga tahun terakhir ini memang mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat, sejalan dengan dicanangkannya Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Pemerintah Pusat.
“Lahan pertanian kita sangat mendukung, khususnya untuk komoditi padi. Minahasa ada sekitar 3.812 hektare sawah irigasi teknis, 1.972 hektare sawah desa, serta 1.226 hektare sawah tadah hujan yang tersebar di 24 Kecamatan, dari 25 kecamatan di Minahasa. Dan dampak dari program P2BN ini yakni meningkatnya produksi komoditi padi pada tahun 2013 lalu yang mencapai 51,61 ton per hektare yang dihasilkan dari lahan panen seluas 17.298 hektare,” terang Ivansa lagi.
Menurutnya, Tahun 2013 lalu, sumbangan produksi sebesar dari lahan yang ada di Minahasa ini, mengasilkan 89.276 ton gabah kering giling, terdiri dari 86.456 ton padi sawah dan 2.820 ton padi ladang.
“Hasil ini meningkat dibanding Tahun 2012 yang hanya mencapai 82.475 ton gabah kering giling, atau meningkat sebesar 8,25 persen,” katanya.
Sementara, SHS dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Kabupaten Minahasa atas keberhasilan di dunia pertanian khususnya tanaman padi.
“Data sesuai laporan tadi membuktikan bahwa sektor pertanian di daerah Minahasa mengalami kemajuan. Ini berarti juga keberhasilan petani dalam melakukan penangkaran bibit padi bersertifikat atau varitas unggul, karena padi varitas unggul merupakan salah satu langkah tepat dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas komoditi padi menjadi dua kali lipat” ujar SHS, sembari berharap petani tetap tekun menanam padi memanfaatkan tanah subur di Minahasa.
Sementara, selain melakukan panen raya, Pemerintah Provinsi Sulut juga memberikan bantuan kepada kelompok tani dan kelompok perternak berupa, lima unit Hand Traktor untuk lima kelompok tani, dan 12 ekor sapi untuk tiga kelompok ternak dan bantuan uang sebesar Rp 175 Juta untuk satu kelompok penangkar benih varitas unggul, dari dana APBN Tahun 2014.(fernando lumanauw)


























